Tuesday, November 1, 2016

MTUC tak puas hati dengan kenaikkan harga petrol - APA PENYELESAIANNYA MTUC?

Bagus MTUC keluarkan kenyataan mengenai kenaikkan harga petrol - Tetapi apa pendirian MTUC mengenai kenaikkan kadar tol, kenaikkan harga minyak masak (kerana kerajaan tarik balik subsidi),...
 
Kenapa MTUC belum keluar kenyataan pada masa ini menuntut kerajaan segera peruntukkan RM1 billion - untuk kebajikan pekerja - khususnya Bantuan Segera Pekerja Tiada Kerja Yang Mencari Kerja - UNEMPLOYMENT BENEFIT. Ini adalah satu 'social security' yang jelas diperlukan kini...Jika kerajaan UMNO-BN terima pandangan ini, pekerja boleh mula dapat bantuan kewangan sementara jika mereka kehilangan kerja mulai 1 Januari 2016... 
 
Tuntutan sedemikian perlu dibuat sekarang sebelum Bajet 2017 diluluskan - kena kempen sekarang...
 
Tapi adakah MTUC akan memimpin...atau adakah kepimpinan MTUC ada minat - UNION lain juga boleh mengambil tindakan...
 
Isu petrol naik turun perkara biasa...Adakah MTUC minta subsidi lebih untuk petrol? 
 
Bila berdepan dengan kerajaan dengan aduan atau situasi menyusahkan pekerja - MTUC juga perlu ada CADANGAN pasti...PERMINTAAN PASTI...ini akan lebih berkesan - cuma permintaan kerajaan menyelesaikan masalah ini secara am...tidak begitu berguna..
 
Mungkin MTUC boleh minta kerajaan mansuhkan undang-undang yang membolehkan majikan membayar OT untuk satu bulan. Kerja OT bulan Januari - kena bayar bersama gaji bulan Januari...bukan tangguhkan bayaran sehingga masa nak bayar gaji bulan Februari...??
 
MTUC harus tidak hanya membawa perhatian kepada kesusahan pekerja - tetapi perlu juga memberikan CADANGAN jelas apa yang kerajaan harus lakukan untuk mengatasi kesusahan pekerja. Baru senang kerajaan mengambilkira cadangan - jika tak setuju, kerajaan akan menyatakan sebab dan mungkin akan memberikan cadangan alternatif... Kalau tida - kerajaan akan hanya biasa buat kajian lama..dan pekerja terus sengsara...

 

MTUC disappointed, petrol price hike must be reviewed

 N Gopal Kishnam     Published (2/11/2016)     Updated
The Malaysian Trades Union Congress (MTUC) is disappointed with the price hike of petrol and diesel, which increased by 15 sen a litre on Nov 1, where it is believed that the increase is the highest this year.

As all of us knew, the current prices of the fuels are higher than the January prices of RM1.85 a litre (RON95), RM2.25 (RON97) and RM1.60 (diesel).

MTUC believes that the increase is related with government’s policy of subsidy restructure.

MTUC also believes that the price increase of petrol and diesel is not a practical move as it will contribute towards negative consequences on the people’s life.

Therefore, MTUC strongly views that the increase is not justified as it would further burden the rakyat, who are facing the serious rising cost of living. Various parties will take the opportunity to increase the prices of goods.

Rather than revising the subsidy and allowing the price of fuel to go up, MTUC is hoping that the federal government will introduce attractive and constructive plans to overcome the cost of living. This is also the people’s hope.

As such, we want the government to cushion the prices of petrol and diesel by subsidising them accordingly.

This includes using the goods and services tax collections, which was reported to be RM30 billion as at Oct 19, 2016, as announced by the prime minister when tabling the Budget 2017 on Oct 23.


N GOPAL KISHNAM is secretary-general of the Malaysian Trades Union Congress.

No comments:

Post a Comment